Mengubah Sistem Bisnis Cloud Computing Dengan Google Cloud

Hari ini, Google menyambut lebih dari 4.500 eksekutif, pengembang, pengelola IT dan mitra partner dalam acara European Cloud terbesar di eropa “Google Cloud Next London”.

Baca Juga : Microsoft Luncurkan “Surface Laptop” seharga $999, Pesaing Apple MacBook Air

Google Cloud memang sudah mengembangkan bisnisnya di sekitar Eropa pada enam tahun silam dan ini merupakan perjalanan yang luar biasa “kata Google”. ‘Kami memiliki hak istimewa untuk bermitra dengan organisasi global yang paling ikonik untuk membantu para pelaku bisnis’. Perusahaan besar di eropa termasuk Airbus, Spotify dan Philips kini telah beralih ke layanan Google Cloud untuk mendukung layanan mereka yang menggunakan bisnis cloud. Seiring acara dimulai, Google berbagi beberapa cerita tentang perusahaan yang menggunakan layanan Google Cloud tersebut.

Modernisasi perbankan dengan komputasi awan, pengelolaan data dan machine learning

HSBC adalah lembaga keuangan global yang telah berdiri selama 150 tahun dengan lebih dari 4.000 kantor di 70+ negara. HSBC kini memiliki lebih dari $ 850 miliar aset tertimbang menurut risiko dan memegang posisi sentral dalam keuangan global. Karena sifat industri perbankan dengan risiko keamanan yang ketat, HSBC sekarang telah bekerja sama dengan Google Cloud untuk memastikan bahwa standar keamanan yang ketat dapat terpenuhi dan terus terpantau.

Bank telah mengidentifikasi beberapa kasus penggunaan dimana layanan data dan machine learning yang dikelola dengan cloud dapat memajukan bisnisnya. Salah satu contohnya adalah bekerja dengan pemerintah dan agen kriminal untuk mengidentifikasi kegiatan kriminal seperti pencucian uang. Pemantauan miliaran transaksi untuk mengidentifikasi pola perilaku penipuan adalah cara yang ideal untuk daya tahan data pada machine learning yang membludak. Contoh lainnya adalah sistem plaporan risiko, dimana bank harus menanggapi persyaratan pelaporan baru dan menangani data yang terus meningkat untuk melakukan analisis kredit dan risiko yang lebih komprehensif.

Butuh waktu 130 tahun sebelum bank tersebut mulai mengukur data terabyte, tapi hanya beberapa tahun untuk sampai 15 petabyte-dan mereka berharap untuk penambahan lima petabyte lagi ditahun ini. Seperti perusahaan besarlainnya dengan departemen IT yang besar, HSBC dapat menyusuri lajur koleksi penggandaan besarnya data dengan menggunakan teknologi seperti Hadoop.“Sejujurnya, kami telah menemukan langkah yang menantang,” kata David Knott, kepala arsitek di HSBC. Artinya, bank kini dapat memiliki waktu yang lebih cepat untuk menemukan nilai dan perkembangan dari datanya sendiri. Sebagai gantinya, HSBC bekerja dengan layanan data GCP yang dikelola untuk mengurangi kompleksitas dan biaya pengelolaan data mereka.

Berikutnya-london-hsbc

Keuntungan lain dari melakukan bisnis di cloud adalah peningkatan keamanan, tata kelola dan pengaturan. Tidak ada hal yang lebih baik dari ini untuk diterapkan pada sektor perbankan yang menggunakan sistem Cloud, di mana keamanan sangat penting bagi bisnis ini. “Kita harus mengakui bahwa kita hidup di dunia dengan berbagai ancaman yang kian berkembang pesat, dimana Kita harus terus-menerus mencari setiap solusi yang dimiliki agar selalu dapat selangkah lebih maju,” kata Knott.

Meningkatkan retail violency pada skala, dengan sistem open source dan pengembangan yang mutakhir

Perushaan Ritel kosmetik asal Inggris Lush memindahkan situs e-commerce-nya ke server Google Cloud Platform (GCP) sebagai bagian dari inisiatif perusahaan mereka untuk lebih memperluas kinerja perangkat lunak / open source pada seluruh cabang organisasinya.

Lush juga memiliki beberapa tujuan besar dalam meningkatkan kelincahan bisnisnya dalam skala besar. Pada hari Boxing Day, sehari setelah Natal di Inggris, perusahaan tersebut mengalami lonjakan lalu lintas yang signifikan, pada waktu tersebut Anda dapat melihat puluhan ribu transaksi dalam satu hari. Namun, dengan kurangnya skalabilitas penyedia layanan cloud computing sebelumnya, hal ini membuat perusahaan tersebut kehilangan beberapa penjualan dikarenakan server cloud yang kurang stabil. Akibatnya kini Lush harus bermigrasi ke layanan cloud komputing Google, dan harus melakukannya dengan metode yang cepat.

Mulai bulan September lalu, Lush dan mitranya hanya butuh 22 hari untuk memindahkan keseluruhan platform e-commercenya pada masa-masa lalu lintas traffik sedang sibuk. “Itu adalah Rencana A, tidak ada Rencana B,” kata Ryan Kerry, Kepala Teknik dan Teknologi Global di Perusahaan Lush. Kini, Lush mengandalkan infrastruktur Google Cloud untuk menyesuaikan diri dengan bisnisnya.

Memproses dan mengedit video pada skala dengan machine learning

Seenit.io, merupakan perusahaan video collaboration yang terpilih untuk berpartisipasi dalam Video API Alpha dengan menggunakan tekhnik machine learning untuk memproses dan mengedit video secara skala. Seenit adalah startup yang telah berkembang dengan tingkat pertumbuhan tinggi dalam jangka tahunan sejak Desember 2016.

Perusahaan ini menjadi bagian Google Cloud dalam fase Pengujian Terpercaya-nya, dengan menerapkan engine google untuk mempelajari API yang diriset secara kelompok personal, dan kemudian membangun keistimewaan produknya secara mandiri. Bagi Seenit, ini adalah keunggulan yang kompetitif, karena dapat dipasarkan lebih cepat dari pada metode pesaingnya, dan hal ini merupakan sistem dengan fitur mutakhir yang diuji secara matang.

Selanjutnya-london-seenit

“Kualitas hasil akhirnya menentukan kesuksesan kami, dan kualitas data yang kami dapatkan dari Google API berarti hasil pencarian yang sangat relevan dengan kebutuhan pencari. Saya menjalankan tolak ukur sistem ini pada AWS, Azure dan GCP. Untuk hal penggunaan, jaringan dan kecepatan disk, GCP dapat meningkatkan performa dua kali lebih cepat, “kata Dave Starling, CTO Seenit.

Seenit.io dan Lush juga telah mengembangkan aplikasi produktivitas seperti G Suite, yang memungkinkan para pengelola / karyawan mereka dapat melakukan pekerjaan di mana pun mereka berada.

Mengapa perusahaan memilih Google Cloud

Bagi HSBC, Lush and Seenit, rekam jejak Google untuk membangun infrastruktur komputasi yang cepat dan aman juga dapat dijangkau di seluruh dunia, merupakan pertimbangan penting bagi bisnis mereka. Google telah tersedia dibidang komputasi awan selama lebih dari 15 tahun – dan Google menerapkan semua sistemnya ke dalam Google Cloud.

 

Original Article : blog.google[dot]com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

WhatsApp Chat via Whatsapp
%d blogger menyukai ini: